HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG RISIKO DIABETES MELITUS DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH DI RT 03 RW 02 DESA TUNGGAKJATI
Kata Kunci:
Diabetes Melitus; Pengetahuan; Perilaku; Kadar Glukosa Darah; MasyarakatAbstrak
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai pencegahan DM diduga berperan dalam pengendalian kadar glukosa darah, namun hasil penelitian mengenai hubungan tersebut masih beragam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang risiko diabetes melitus dengan kadar glukosa darah sewaktu pada masyarakat Desa Tunggakjati, Kecamatan Karawang Barat. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 30 responden melalui teknik purposive sampling. Data pengetahuan dan perilaku dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, sedangkan kadar glukosa darah sewaktu diukur menggunakan alat Point-of-Care Testing (POCT) yang telah dibandingkan dengan spektrofotometer. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (63,3%) dan perilaku kurang (66,7%). Sebanyak 19 responden (63,3%) memiliki kadar glukosa darah sewaktu normal (<200 mg/dL), sedangkan 11 responden (36,7%) memiliki kadar glukosa darah tinggi (≥200 mg/dL). Hasil uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kadar glukosa darah sewaktu (p=0,531) maupun antara perilaku dengan kadar glukosa darah sewaktu (p=0,268). Kesimpulan: Pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang risiko diabetes melitus tidak berhubungan secara signifikan dengan kadar glukosa darah sewaktu. Kondisi kadar glukosa darah kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain sehingga diperlukan upaya pencegahan dan deteksi dini yang lebih komprehensif di tingkat masyarakat.









