Hubungan Kadar HbA1C dan Kadar Troponin I pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Komplikasi Gangguan Kardiovaskuler
Keywords:
Diabetes melitus tipe 2, Hba1c, Troponin IAbstract
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, terutama gangguan kardiovaskular. Hiperglikemia kronis yang tercermin dari kadar Hemoglobin A1c (HbA1c) diduga berperan dalam terjadinya kerusakan miokard yang dapat dideteksi melalui peningkatan kadar Troponin I. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar HbA1c dengan kadar Troponin I pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan komplikasi gangguan kardiovaskular di RSUD Welas Asih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari rekam medis 50 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil: Rata-rata kadar HbA1c sebesar 9,57 ± 1,89%, sedangkan rata-rata kadar Troponin I sebesar 52,22 ± 51,46 ng/L. Hasil uji Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data Troponin I tidak berdistribusi normal (p<0,05), sehingga analisis hubungan menggunakan uji Spearman. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang bermakna antara kadar HbA1c dan kadar Troponin I dengan nilai koefisien korelasi r = 0,543 dan nilai signifikansi p = 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar HbA1c dan kadar Troponin I pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan komplikasi gangguan kardiovaskular. Semakin tinggi kadar HbA1c, semakin tinggi pula kadar Troponin I, sehingga HbA1c berpotensi menjadi indikator risiko kerusakan miokard pada pasien diabetes.









