Uji Ekstrak Kulit Lidah Buaya (Aloe barbandensis Miller) sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri Swab Tangan Laboratorium
Kata Kunci:
ekstrak kulit lidah buaya, aktivitas antibakteri, swab tangan, petugas laboratorium, zona hambatAbstrak
Latar Belakang: Kebersihan tangan petugas laboratorium merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah penyebaran infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Meningkatnya resistensi bakteri terhadap antibiotik mendorong pengembangan bahan antibakteri alami sebagai alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kulit lidah buaya (Aloe barbadensis Miller) diketahui mengandung senyawa bioaktif, seperti saponin, sterol, acemannan, dan antrakuinon yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri, namun pemanfaatannya terhadap bakteri hasil swab tangan petugas laboratorium masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak kulit lidah buaya konsentrasi 75% dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada swab tangan petugas laboratorium. Metode: Penelitian menggunakan desain eksperimen laboratorium. Sampel berupa swab tangan dari lima petugas laboratorium di Kabupaten Tabanan diperoleh dengan teknik total sampling. Uji daya hambat dilakukan menggunakan metode difusi pada media Mueller-Hinton Agar (MHA), kemudian diameter zona hambat diukur dalam satuan milimeter. Hasil: Ekstrak kulit lidah buaya konsentrasi 75% mampu menghambat pertumbuhan bakteri pada seluruh sampel. Rata-rata zona hambat terendah diperoleh pada Sampel A sebesar 17,75 mm dan tertinggi pada Sampel E sebesar 20,21 mm, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 19,35 mm yang termasuk kategori daya hambat kuat. Kesimpulan: Ekstrak kulit lidah buaya konsentrasi 75% memiliki aktivitas antibakteri yang efektif terhadap bakteri hasil swab tangan petugas laboratorium sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan antibakteri alami untuk mendukung kebersihan tangan dan pencegahan penyebaran infeksi di lingkungan laboratorium









